DREAMS46 - Wisata Taman Ayun Temple Bali. Bagi anda yang hendak mengisi waktu libur atau hanya sekedar wisata ke
Bali mungkin bisa meluangkan waktu buat mampir ke
Taman Ayun Temple.
Taman Ayun sendiri merupakan salah satu objek wisata budaya yang letanya berada di daerah
Desa Mengwi, Kab. Badung. Untuk ke sana, anda bisa melewati jalan raya
Denpasar - Gilimanuk atau melewati jalur
Abiansemal sekitar 30 menit perjalanan.
Taman Ayun juga dikenal sebagai taman rekreasi dan peristirahatan sehingga banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk mampir dan melihat - lihat dari sisa peninggalan bersejarah
Kerajaan Mengwi. Terdapat pula sebuah pura yang digunakan sebagai tempat persembahyangan masyarakat
Hindu Bali, yakni
Pura Taman Ayun. Tidak jauh dari pura tersebut ada sebuah museum yakni
Museum Manusa Yadnya yang bisa dikunjungi wisatawan untuk menyaksikan ritual upacara kemanusiaan dimulai pada saat dalam kandungan sampai kematiannya.
Dari segi sejarah,
Taman Ayun ini didirikan oleh raja
Mengwi yaitu
I Gusti Agung Ngurah Made Agung pada tahun 1634. Namun seiring waktu perkembangan taman ini,
Kerajaan Mengwi ditaklukkan oleh
Kerajaan Badung. Kemudian, taman ini dijadikan sebagai sarana kesenian dan kebudayaan. Tidak lupa juga kalau taman ini sering digunakan sebagai tempat sabung ayam.
Taman Ayun ini sudah menjadi bagian satu kesatuan pura yang ditata sedemikian rupa agar menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Taman Ayun terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian luar atau
Nista Mandala, bagian dalam atau
Madya Mandala, dan bagian utama atau
Utama Mandala. Di bagian luar
Taman Ayun terdapat sungai buatan yang lebarnya sekitar 5 meter mengelilingi taman sehingga jika pengunjung akan masuk akan melewati satu jembatan yang nantinya terdapat
Candi Bentar yang merupakan pintu atau gerbang utama dari
Taman Ayun.
Di bagian dalam
Taman Ayun dihiasi dengan rerumputan hijau, kolam disertai dengan air mancur dan beberapa patung yang mengelilinginya. Selain itu terdapat sebuah bangunan yang namanya
Bale Pertunjukan yang dilengkapi dengan panggung kecil berukuran 10 x 5 meter. Kemudian ada juga
Bale Kulkul yang tinggi bangunannya sekitar 15 meter dan letaknya di bagian barat taman.
Kulkul sendiri terdiri dari beberapa genta raksasa yang tingginya 1 meter dan terbuat dari kayu yang bentuk lonjong serta memiliki fungsi sebagai penyampai informasi secara tradisional. Ada lagi
Bale Daja yang memiliki ukuran lebih besar dan berfungsi sebagai tempat upacara atau pertemuan penting.
Selanjutnya, pada bagian utama merupakan tempat pemujaan atau biasa dikenal dengan sebutan
Padmasana Singgasana Sang Hyang Tri Murthi yang memiliki ukuran 20 x 20 meter dan pengunjung tidak diperkenankan untuk memasukinya.
Baca juga artikel:
Wisata Taman Air Tirta Gangga Bali